![]() |
| Hidayatullah, M.Pd.I |
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Pendidikan yang menjadi dasar pembentukan karakter manusia Indonesia mengalami krisis moral hingga titik nadir yang sangat parah.
Hal ini perlu mendapat perhatian khususnya kalangan pendidik dan instansi baik pemerintah maupun nonpemerintah. Berikut artikel yang ditulis seorang alumni di bidang pendidikan yang patut dibaca sebagai masukan positif. Selamat menyimak.
Hal ini perlu mendapat perhatian khususnya kalangan pendidik dan instansi baik pemerintah maupun nonpemerintah. Berikut artikel yang ditulis seorang alumni di bidang pendidikan yang patut dibaca sebagai masukan positif. Selamat menyimak.
Kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia, menurut pendapat sebagian kalangan, kian tahun tidak meningkat bahkan cenderung merosot. Salah satu indikatornya adalah menurunnya moralitas generasi muda yang cenderung makin jauh dari tatanan nilai-nilai yang dikehendaki. Bahkan fenomena ini kian menguat dengan terjadinya degradasi moral dalam berbagai aspek kehidupan, baik kehidupan ekonomi, politik, sosial, dan dunia pendidikan yang seharusnya menjadi garda depan dalam pengembangan moralitas.
Hal ini tentu tidak sejalan dengan cita-cita luhur bangsa Indonesia yang bertujuan untuk mencetak generasi penerus yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Krisis moral yang melanda generasi muda, acapkali menjadi apologi bagi sebagian orang untuk memberikan kritik pedasnya terhadap institusi pendidikan. Hal tersebut teramat wajar karena pendidikan sesungguhnya memiliki misi yang amat mendasar yakni membentuk manusia seutuhnya dengan akhlak mulia sebagai salah satu indikator utama. Generasi bangsa dengan karakter akhlak mulia inilah yang diharapkan dari praktek pendidikan nasional, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Sisdiknas (UU No. 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3).
Berbagai fenomena yang mengkhawatirkan saat ini banyak bermunculan di media massa baik televisi, koran, internet dan lainnya. Fenomena tersebut di antaranya bisa disimak dari berita yang dipublikasikan berbagai media yang seringkali membuat miris siapapun; perkelahian antar pelajar, pergaulan bebas, kasus narkoba di kalangan pelajar, remaja usia sekolah yang melakukan perbuatan amoral, kebut-kebutan di jalanan yang dilakukan remaja usia sekolah, menjamurnya geng motor yang beranggotakan remaja usia sekolah, siswa bermain di pusat perbelanjaan pada saat jam pelajaran, hingga siswa Sekolah Dasar (SD) yang merokok dan berpacaran dengan lawan jenis. Bersambung[]

No comments:
Post a Comment