Friday, November 20, 2015

Pelajar Tidak Bermoral Tawuran Meningkat. Peran Pendidikan Gagal?

Ilustrasi
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Pendidikan memiliki peran sentral sebagai pengelola sumber daya manusia Indonesia. Eksistensi lembaga yang menjadi basik bagi persoalan bangsa ke depan kini menunjukkan deklinasi yang tajam. Mengutip ungkapan Hidayatulloh, M.Pd.I, pendidikan justeru tidak menghasilkan kualitas moral yang diharapkan. Bahkan terjadi degradasi moral yang sangat tajam.

Orang tua dan guru gagal membangun moral bangsa melalui pendidikan.[Gofur/radarindonesianews.com]
Fakta empiris yang kita temukan justeru tidak sedikit tindakan kriminal, kekerasan dan juga moral peserta didik yang sangat mengkhawatirkan. Lalu apa penyebab semua ini? Mengapa dunia pendidikan yang semestinya menjadi tonggak bagi tegaknya moral dan kebaikan justeru berada pada batas ambang yang mengkhawatirkan?

Tawuran, perkelahian, pemerkosaan bahkan pembunuhan yang dulu kerap terjadi di dunia preman kini telah memasuki ranah pendidikan di negeri ini. Premanisme dalam bentuk tawuran semakin meningkat setiap tahunnya. Sangat ironis bahwa dengan pembiayaan dana APBN sebesar 20% yang digelontorkan untuk pendidikan di Indonesia ini perilaku tidak terpuji dari peserta didik justeru semakin menjadi-jadi. Di DKI sendiri, Pemrov DKI menyuntikkan dana APBD sebesar 25% untuk pendidikan.

Lalu apa sebenarnya yang menjadi penyebab utama kian buruknya perilaku anak didik kita? Keteladanan dari orang tua, guru itu sendiri dan para pemimpin yang kurang memberi contoh tentang kebaikan secara ril.

Pendidikan sejatinya berada di rumah. Orang tua menjadi ruang kelas utama yang bertanggung jawab terhadap putra-putri mereka. Selanjutnya pihak sekolah dengan segala aspeknya. Sekolah bertanggung jawab tidak saja pada sisi intelektual tetapi termasuk juga dalam bidang moral peserta didik. Bila dua sisi ini melakukan kordinasi yang baik, maka tujuan pendidikan nasional akan semakin baik. 

Ini menjadi prasyarat bagi terwujudnya cita-cita dan tujuan pendidikan di negeri ini. Bila tidak, maka pendidikan akan mengalami kegagalan meski ditunjang dengan dana dan fasilitas. Wallahu a'lam Bishowab.[gf]

No comments:

Post a Comment