RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Pemboman yang terjadi di Stade De France, Prancis Sabtu (14/11) yang menelan 155 korban tewas seketika itu harus dikutuk karena telah membunuh mereka yang tidak berdosa.
Terkait isu tesebut, serta merta media barat menggiring opini secara halus siapa pelaku di balik pemboman tersebut sebagaimana yang terjadi pada pemboman menara kembar di Amerika pada tragedi 11 September 1999 lalu.
Pada kasus 11 September opini dunia digiring sedemikian rupa sehingga publik dunia mengarah pada Islam sebagai pelaku di balik teror tersebut. Ini sangat naif dan opini yang hendak dicapai gagal total dan sebaliknya justeru terjadi sebuah keterbalikan yang sangat luar biasa di mana mereka yang telah memahami kebohongan ini kemudian merelakan diri mereka bersyahadat dan memluk islam.
Tidak kurang pada saat itu, 200 ribu masyarakat Amerika berbondong-bondong masuk Islam. Karena mereka tahu siapa Amerika dan siapa muslim itu yang sebenarnya. Fakta kebohongan kasus 11 September ini diungkap secara gamblang oleh Jery D Gray, seorang Muslim Berkebangsaan Jerman yang menetap di Amerika dalam bukunya 911 The Real Truth terbitan Sinergy, Jakarta. Pengamatan Jerry D Gray seputar makar ini juga bisa dibaca di buku Bayang-Bayang Gurita yang diterbitkan oleh Iqra Insan Press, Jakarta.
Tidak kurang pada saat itu, 200 ribu masyarakat Amerika berbondong-bondong masuk Islam. Karena mereka tahu siapa Amerika dan siapa muslim itu yang sebenarnya. Fakta kebohongan kasus 11 September ini diungkap secara gamblang oleh Jery D Gray, seorang Muslim Berkebangsaan Jerman yang menetap di Amerika dalam bukunya 911 The Real Truth terbitan Sinergy, Jakarta. Pengamatan Jerry D Gray seputar makar ini juga bisa dibaca di buku Bayang-Bayang Gurita yang diterbitkan oleh Iqra Insan Press, Jakarta.
Upaya menodai Islam oleh Amerika dan mereka yang anti Islam merasa tidak puas dengan rekayasa pemboman menara kembar yang justeru mengakibatkan hasil terbalik dari yang mereka cita-citakan.
Pemboman Stade De France menjadi bagian penting dari rangkaian upaya mereka yang phobi terhadap Islam. Mereka bingung dengan Islam sekaligus takut dengan perkembangannya yang sangat luar biasa khususnya di Eropa Timur setelah Soviet bubar di mana muncul Kazahtan, Kigistan, Turkmenistan, Azerbaizan sebagai negara Islam. Ketakutan mereka ini juga didukung oleh tesis Samuel Huntington yang menyatakan bahwa setelah komunis runtuh, maka Islam menjadi musuh nomer satu Amerika.
Oleh karena itu dalam skala makro, dibuatlah skenario global dengan menciptakan stigma dan pencemaran nama baik terhadap Islam dalam segala cara dan dalam berbagai bentuk. Tema sandiwara yang dilakoni Amerika yang katanya negara tempat lahirnya Human Rights itu berakhir dengan ending yang tidak memihak mereka. Kasus Usamah Bin Laden yang katanya sudah dieksekusi mati itu tetap menjadi bahan tertawaan publik karena diduga gambar Usamah saat dieksekusi mati itu hanya rekayasa teknologi semata.
Banyak langkah negeri Paman Sam di kancah perang yang disudahi dengan rasa yang memalukan. Lihat kasus Sudan, Afghanistan dan juga Vietnam. Negara yang menyebut diri sebagai super power ini lari tunggang langgang di Sudan dan bernasib malang di Vietnam bahkan tidak sanggup hanya mematahkan perlawan intifadah di Palestina.
Ketika upaya fisik tidak memberi hasil dan dampak positif bagi mereka, maka cara lainpun ditempuh untuk memojokkan islam. Dengan isu ISIS dan Teroris, nampaknya dunia mampu diarahkan pemikirannya untuk kemudian membenci Islam. Yang lebih berbahaya adalah saat berita negatif yang dikembangkan Amerika melalui media barat yang pro terhadap kebijakan Amerika ini didukung dan dibenarkan begitu saja oleh kaum muslimin, maka dengan mudah musuh menyelinap dan menghantam Islam dari dalam.
Maka sebagai seorang muslim, hendaklah tidak begitu saja mau menerima berita yang dibuat oleh media barat yang justeru menyudutkan keberimanan seorang muslim. Wa makaruu wa makarallah wallhu khairul makiriin. Mereka membuat makar dan sesungguhnya makar Allah jauh lebih hebat. Wallahu a'lam bishowab.[GF]

No comments:
Post a Comment