![]() |
| Massa ATM saat berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI.[Aldo] |
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Guyuran hujan lebat tak menghambat ratusan elemen mahasiswa dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Aliansi Tarik Mandat atau ATM Jokowi-JK, kembali menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senin (16/11/2015).
Seperti tuntutan-tuntutan sebelumnya, massa mahasiswa yang sejak pukul 13.00 WIB ini kembali mendesak DPR dan MPR untuk menggelar Sidang Istimewa: melengserkan Jokowi-JK. Bahkan mereka bertekad akan terus melakukan unjuk rasa sampai tuntutan-tuntutannya dipenuhi.
"Ini sebagai bentuk protes kami terhadap rezim yang telah menyengsarakan rakyat," ujar salah satu Presidium Aliansi Tarik Mandat, Beni Pramula yang juga Ketua Umum DPP IMM saat berorasi di depan pintu gerbang Gedung Parlemen.
BEM PTS se Indonesia juga mendesak agar MPR mengagendakan sidang istimewa dengan dua tuntutan; turunkan Jokowi-JK dan kembali ke UUD 45 naskah asli.
"Aliansi Tarik Mandat akan terus turun ke jalan sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan yang menyengsarakan rakyatnya, dari BBM yang dilempar ke pasar hingga TPP yang melemahkan," ujar Koordinator Lapangan Ujang Rizwansyah.
Dia menambahkan, aksi Aliansi Tarik Mandat ini sudah dilakukan sejak 100 Hari masa pemerintahan Jokowi-JK. Dan akan terus disuarakan hingga pemerintahan Jokowi - JK mengakhiri keberpihakan pada asing dan pengusaha kapitalis.
Menyambut demo mahasiswa ini, sejak pagi pasukan baracuda dari Polda pun diturunkan sebagai langkah antisipasidemo mahasiswa. Bahkan, aksi massa mahasiswa juga sempat memacetkan ruas jalan depan Gedung DPR RI.
ATM Jokowi-JK terdiri dari DPP APKLI, DPP IMM, PP GPII, PP HIMMAH, DPP IKAPPI, PAPERNAS, LSC, BEM UHAMKA, GMPRI, LMPN, KOBAR, HIGEMURA, YAKORMA, SERIKAT BOEMI POETERA, FP3R, PDJ, Laskar Jakarta Baru, PENA DKI Jakarta.(Aldo/bb)

No comments:
Post a Comment