![]() |
| Taufiq Dwi Kusuma, SH, Ketua APeL Kediri) |
RADARINDONESIANEWS.COM, KEDIRI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri menggandeng Lembaga Pemantau Aliansi Peduli Lingkungan (APeL Kediri) untuk mengadakan sosialisasi kepada pemilih pemula di 21 SMA/SMK/MA dan 7 Perguruan Tinggi / Universitas yang ada di Kabupaten Kediri. Kegiatan yang digelar lima belas hari berturut-turut, (2-17/11/2015). Hal ini merupakan salah satu program Divisi Sosialisasi dalam menanamkan education of electoral pada anak-anak muda yang sangat potensial dalam menentukan masa depan daerah Kediri lima tahun kedepan.
Ketua Komisioner Pemilihan Umum Kabupaten Kediri, mengungkapkan bahwa peran Lembaga Pemantau Pilkada Kediri seperti APeL tentunya sangat membantu KPU terutama dalam hal mensosialisasikan penyelenggaraan Pilkada Kediri, khususnya kepada pemili pemula. selain hal tersebut, kami melihat bahwa potensi hak pilih yang dimiliki oleh pemilih pemula ini tidak bisa dipandang sebelah mata. "Hak pilih mereka menguasai 25% dari 1,207,706 Daftar Pemilih Tetap dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri," tandasnya.
Direktur Eksekutif Aliansi PEduli Lingkungan (APeL) Taufiq Dwi Kusuma mengatakan bahwa untuk memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula, maka pilkada adalah moment yang tepat, agar pemilih pemula menggunakan hak pilihnya dengan baik. Kegiatan sosialisasi ini menggunakan tema “ Spirit Of Democracy The Socialisation Of The Local General Election For The Beginer Voters Goes to School & University “.
Pemuda memiliki dua dimensi yakni sebagai pewaris masa depan dan agen perubahan. Tentunya dengan dua dimensi tersebut menegaskan jika pentingya pemilih pemula (pemuda) menjadi variable penting dalam kebijakan public “. Jelas Taufiq.
Mengingat kebanyakan para pemilih pemula ini masih di jenjang sekolah, yakni usia 17 tahun, maka perlu ditanamkan pemahaman dan pengetahuan mengenai pentingnya pemilu sedini mungkin. “ Partisipasi mereka dalam pemilu sangat penting artinya dalam mewujudkan demokrasi di Indonesia. Oleh sebab itu diharapkan dengan mengikuti sosialisasi ini akan meningkatkan partisipasi kawula muda dalam Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kediri.
Ketua Komisioner Pemilihan Umum Kabupaten Kediri, mengungkapkan bahwa peran Lembaga Pemantau Pilkada Kediri seperti APeL tentunya sangat membantu KPU terutama dalam hal mensosialisasikan penyelenggaraan Pilkada Kediri, khususnya kepada pemili pemula. selain hal tersebut, kami melihat bahwa potensi hak pilih yang dimiliki oleh pemilih pemula ini tidak bisa dipandang sebelah mata. "Hak pilih mereka menguasai 25% dari 1,207,706 Daftar Pemilih Tetap dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri," tandasnya.
Direktur Eksekutif Aliansi PEduli Lingkungan (APeL) Taufiq Dwi Kusuma mengatakan bahwa untuk memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula, maka pilkada adalah moment yang tepat, agar pemilih pemula menggunakan hak pilihnya dengan baik. Kegiatan sosialisasi ini menggunakan tema “ Spirit Of Democracy The Socialisation Of The Local General Election For The Beginer Voters Goes to School & University “.
Pemuda memiliki dua dimensi yakni sebagai pewaris masa depan dan agen perubahan. Tentunya dengan dua dimensi tersebut menegaskan jika pentingya pemilih pemula (pemuda) menjadi variable penting dalam kebijakan public “. Jelas Taufiq.
Mengingat kebanyakan para pemilih pemula ini masih di jenjang sekolah, yakni usia 17 tahun, maka perlu ditanamkan pemahaman dan pengetahuan mengenai pentingnya pemilu sedini mungkin. “ Partisipasi mereka dalam pemilu sangat penting artinya dalam mewujudkan demokrasi di Indonesia. Oleh sebab itu diharapkan dengan mengikuti sosialisasi ini akan meningkatkan partisipasi kawula muda dalam Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kediri.
Sementara itu Koordinator Devisi Pemantauan APeL Widodo, SPd dalam kegiatan sosialisasi ini menggunakan metode sosialisasi yang asik dengan mengunakan metode classroom, bernyanyi, tukar pendapat dengan diskusi tatap muka, simulasi dan permainan, sehingga peserta menjadi terlibat aktif mengikuti kegiatan.
Beberapa materi menyangkut pemilu yang disampaikan sosialisasi kali ini antara lain, Pentingnya Pemilu, Penyelenggara Pemilu dan Tahapan Pilkada serta pentingnya Pemilih Pemula untuk memastikan terdaftar sebagai Pemilih. Semua materi tersebut disampaikan secara estafet oleh nara sumber yang merupakan para Anggota Komisioner KPU Kabupaten Kediri dan Anggota Lembaga Pemantau APeL Kediri.
Salah seorang peserta dari D3 Kebidanan Stikes Karya Husada, Rafita mengaku sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini. "Materinya sangat edukatif karena memberikan pengetahuan bagi kami yang masih awam tentang pemilu. Penyampaiannya juga menarik karena diselingi dengan diskusi & bernyanyi.
Ditanya soal tanggung jawabnya sebagai pemilih pemula, Rafita mengaku akan mengusulkan kepada pihak KPU untuk meningkatkan program sosialisasinya kepada pemilih pemula, sehingga bisa meningkatkan partisipasi pemilih dalam pilkada Kediri. Lebih lanjut, dia mengatakan siap untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu Bupati dan wakil Bupati Kediri pada 9 Desember 2015 nanti.
Dari beberapa pesan dan kesan yang tersirat oleh para pemilih pemula, mereka mengharapkan agar kegiatan sosialisasi bagi pemilih pemula ini dapat di tingkatkan, kalau perlu pemilih pemula dijadikan sebagai ujung tombak sosialisasi Pemilu. Sehingga pemahaman tentang pemilu dapat dirasakan oleh seluruh pemuda yang khususnya di tingkat SMU/SMK/MA dan Perguruan Tinggi. (TDK)

No comments:
Post a Comment